Berita  

Dua Tahun Prabowo-Gibran, BEM IT PLN Dorong Kedaulatan Energi dan Tantang Mahasiswa Lebih Solutif

JAKARTA – Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, isu kedaulatan energi dan percepatan transformasi teknologi nasional menjadi sorotan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi PLN (IT PLN) Jakarta Barat. Mengusung tema “Refleksi dan Sinergi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Menjaga Asa Kedaulatan Energi, Mengawal Kemajuan Bangsa”, BEM IT PLN menyatakan dukungan terhadap langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan.

Ketua BEM IT PLN Jakarta Barat sekaligus Koordinator Pusat BEM SI Rakyat Bangkit, Andara Yoffi Sulendra, menilai kedaulatan energi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pemerataan akses listrik, pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), serta penguatan kemandirian energi harus menjadi prioritas yang tidak boleh berhenti sebatas slogan politik. Pemerintah dituntut memastikan setiap kebijakan energi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menghadirkan akses energi yang merata, terjangkau, dan berkelanjutan.

BEM IT PLN juga mengapresiasi komitmen pemerintah dalam membuka ruang kolaborasi bagi mahasiswa dan kalangan akademisi untuk terlibat dalam riset, inovasi teknologi kelistrikan, digitalisasi industri, hingga pengembangan solusi menghadapi perubahan iklim. Bagi kalangan mahasiswa teknologi, keterlibatan generasi muda tidak seharusnya hanya menjadi pelengkap agenda pembangunan, melainkan harus ditempatkan sebagai kekuatan strategis dalam melahirkan inovasi dan mempercepat transformasi industri nasional.

Meski menyatakan dukungan, BEM IT PLN menegaskan bahwa posisi mahasiswa tidak boleh terjebak menjadi kelompok pendukung pemerintah tanpa daya kritis. Mahasiswa tetap memiliki tanggung jawab sebagai agent of change dan social control untuk mengawasi jalannya pemerintahan, menyampaikan kritik konstruktif, serta memastikan kebijakan energi dan ekonomi benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat. Dukungan terhadap pemerintah, menurut mereka, harus berjalan beriringan dengan keberanian mengingatkan ketika kebijakan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Andara Yoffi Sulendra juga menyebut refleksi ini sebagai ruang strategis untuk memperkuat arah gerakan mahasiswa agar lebih terorganisasi, terarah, dan memiliki karakter intelektual yang kuat. Ia berharap BEM SI mampu menjadi wadah aspirasi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus melahirkan generasi pemikir yang tidak hanya piawai melontarkan kritik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi konkret atas berbagai persoalan bangsa.

“Semoga BEM IT PLN dan BEM SI ini menjadi ruang intelektual kita semua bagi generasi muda, lebih khusus BEM SI yang tergabung, untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa se-Indonesia,” harapnya. Ia menegaskan, masa depan bangsa membutuhkan mahasiswa yang berani bersuara, memiliki kapasitas keilmuan, dan tidak berhenti pada kritik tanpa menawarkan jalan keluar.

BEM IT PLN menilai tantangan kedaulatan energi dan kemajuan ekonomi nasional tidak mungkin diselesaikan pemerintah seorang diri. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan generasi muda harus diperkuat melalui kolaborasi yang nyata, bukan sekadar seremoni dan pernyataan dukungan. Semangat tersebut menjadi pesan utama refleksi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran: menjaga asa kedaulatan energi sekaligus memastikan mahasiswa tetap berdiri sebagai kekuatan intelektual yang kritis, independen, dan berdampak bagi Indonesia.(ADR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *