JAKARTA, – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Jakarta, , mengimbau kalangan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan aksi demonstrasi dalam rangka evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dede Afriyanto selaku Koordinator BEM PTNU DKI Jakarta menilai, momentum evaluasi pemerintahan merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang perlu disikapi secara dewasa dan bertanggung jawab. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap perjalanan bangsa.
Ia menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda harus mampu menempatkan diri secara objektif dalam menyikapi berbagai isu nasional. Setiap ajakan aksi maupun gerakan politik perlu dipahami terlebih dahulu substansi, tujuan, serta kepentingan yang melatarbelakanginya sebelum menentukan sikap.
Dede menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara yang dijamin dalam kehidupan demokrasi. Namun, pelaksanaan hak tersebut hendaknya dilakukan secara damai, tertib, dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, evaluasi terhadap pemerintahan tidak harus selalu diwujudkan melalui demonstrasi di jalan. Mahasiswa dapat menyampaikan kritik dan masukan melalui berbagai mekanisme, seperti diskusi publik, kajian akademik, audiensi, maupun forum dialog yang konstruktif.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial, terutama berkaitan dengan seruan aksi evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memengaruhi keputusan seseorang dalam mengikuti suatu gerakan.
Dede Afriyanto berharap mahasiswa mampu membangun budaya literasi dalam menyampaikan aspirasi. (ADR)











